Kabar UIN
Home » Kabar Fakultas » Transformasi Menuju UIN : Perlu Rubah Paradigma Riset

Transformasi Menuju UIN : Perlu Rubah Paradigma Riset

 

 2  4 678

BERITA FITK. (14/5).Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terus berupaya meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan salah satunya di bidang riset.  Dalam rangka mengembangkan pendidikan Islam yang berorientasi ke arah riset, UIN Mataram mengadakan seminar nasional dengan tema “Arah Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Riset”, Sabtu, 13 Mei 2017 pada salah satu hotel di Mataram.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 140 orang dosen FITK mengikuti acara tersebut. Rektor, wakil rektor, dekan dan wakil dekan. Didaulat menjadi narasumber yaitu Prof. Dr. Phil. H. Kamarrudin  Amin, M.A., dan Prof. Akh Muzakki M. Ag., Grad. Dip SEA., M. Phil., Ph. D.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram, Dr. H. Mutawalli mengungkapkan bahwa pada masa transformasi UIN saat ini sudah mestinya kegiatan dosen berbasis riset. Meski bertahap. Maka dengan seminar ini diharapkan para dosen memiliki pengalaman baru dalam penelitiannya. Ungkapnya. Pada kesempatan itu pula, Bapak Dr. H. Fadli, M.Ag, selaku Wakil Dekan 1 FITK dan ketua panitia pelaksana dalam seminar nasional tersebut mengungkapkan bahwa tujuan diadakan seminar tersebut guna meningkatkan kualitas dosen FITK UIN Mataram di bidang riset yang tergolong masih kurang dalam pemanfaatan data penelitian.

Pada sesi pertama, Prof. Akh Muzakki, M.Ag, mengungangkapkan bahwa karakter dan integrasi keilmuan perlu diterapkan dalam pengembangan UIN khususnya UIN Mataram yang masih melakukan transformasi. “Karakter itu diposisikan sebagai hulu, bukan sebagai hilir. Selain itu, beliau memaparkan penyebab gagalnya output dosen di bidang riset antara lain karena belum memiliki keunikan tersendiri dalam karyanya. “Isi materi boleh sama, tapi cara penyajian hasil riset harus unik sehingga orang punya alasan untuk tertarik membaca karya kita”. UIN Mataram memiliki pengetahuan Islam yang baik, namun masih kurang dalam publikasi internasional. Selain itu, beliau menegaskan untuk memberikan nuanasa keunikan dalam setiap penelitian yang dilakukan. Materi yang diberikan Prof. Muzakki disambut antusias dari para peserta seminar, hal ini terlihat dari respon peserta ketika penyampaian materi dan dialog. jelasnya kembali.

Tidak jauh berbeda. Dirjen PTKIN, Prof. Dr. Phil. H. Kamarrudin  Amin, MA., juga menegaskan perlunya kolaborasi dalam pengembangan PTKIN yang lebih baik kedepannya, “Perguruan Tinggi harus terkoneksi dengan mayarakat dan pemerintah, lebih-lebih industri. Sehingga harapan untuk PTKIN khususnya FITK adalah mencetak guru, bukan sarjana guru” ungkapnya tegas.

Lebih kritis, beliau menilai masih lemahnya kompetensi pedagogik pendidik.  Dirjen PTKIN juga memberikan dukungan terhadap UIN Mataram yang baru beralih status dari IAIN itu untuk tetap maju dalam hal riset yang berbasis internasional dengan melakukan perubahan dalam paradigma akademik. “Butuh variasi tradisi akademik di Barat dan Timur, untuk diterapkan”. Berikutnya adalah melakukan transformasi adalah meningkatkan 3 hal penting untuk mencetak output yang berkualitas, yaitu penguasaan bahasa, IT, daninterpersonal communitation. Jelas Dirjen.

Tanggapan salah satu Dosen Pendidikan Agama Islam, Dr. Abdul Fattah M.Ag., yang juga ikut serta dalam Seminar yang berorientasi pada riset tersebut, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini perlu diadakantrend baru dalam integrasi keilmuan, “Harus dikombinasikan antara al ‘ulum an naqliyah dengan al ‘ulum al aqliyah” tuturnya kepada Tim JKa usai acara dilaksanakan. “Kegiatan ini juga mengingatkan sekaligus memotivasi kita akan tradisi penelitian, yang cakupannya tidak hanya lokal tapi juga internasional” ujarnya kembali pada Tim JKa. (Dedi, UQ, Insan*chae)

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550   100-105  , 70-486   c2010-657   70-178   OG0-091   70-178   JN0-360   ICBB   1z0-808   300-075   200-125  , 70-346   000-017   JN0-360   350-050   1Z0-061   220-901   700-501   640-911   101-400   220-901   350-030   ITILFND   400-201   220-801   70-488   210-065   HP0-S42   350-080   102-400   70-417   70-270   3002   640-692   1Y0-201   AWS-SYSOPS   2V0-621   000-089   200-101   70-533   70-488   CAP   210-260   300-070   102-400   70-980   70-346   102-400   300-209   SY0-401