Kabar UIN
Home » Kabar Perpustakaan » KEGIATAN ASSESSMENT (SERTIFIKASI) PUSTAKAWAN UPT PERPUSTAKAAN 2016

KEGIATAN ASSESSMENT (SERTIFIKASI) PUSTAKAWAN UPT PERPUSTAKAAN 2016

Perpustakaan adalah sebuah organisasi yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Walaupun statusnya hanya sebagai sebuah Unit Pelayanan Teknis, namun perpustakaan mempunyai peran strategis. Peranannya terutama dalam pelayanan bahan pustaka, pengolahan informasi, serta konservasi dan preservasi informasi bahan pustaka ternyata menempatkan perpustakaan menjadi salah satu unsur penunjang yang sangat urgen di dalam dinamika kehidupan akademik sebuah perguruan tinggi.

Namun kinerja perpustakaan sesungguhnya sangat tergantung kepada kinerjasertifikasipustakawan yang mengelola perpustakaan tersebut. Motivasi, ketulusan, integritas, dan prestasi kerja adalah unsur yang dituntut pemustaka dari seorang pustakawan. Berbagai fasilitas yang disediakan perpustakaan tidak akan membuat pemustaka puas bila tidak didukung dengan pelayanan prima dari seorang pustakawan.

Pengakuan akan profesi pustakawan tertuang di dalam Undang-undang No. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, pada pasal 1 (8) menyatakan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengolahan dan pelayanan perpustakaan.

Tetapi pengakuan tersebut di atas harus diikuti dengan peningkatan kualitas pustakawan dan pengakuan bahwa profesi pustakawan dapat memiliki daya saing, khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) di tahun 2015. Dan untuk mendapatkan pengakuan tersebut, maka sertifikasi profesi menjadi suatu keharusan yang diperuntukkan bagi profesi pustakawan. Sertifikasi pustakawan bertujuan untuk mendapatkan pengakuan profesi yang berdampak kepada pengembangan karir dan pangkat.

Lembaga yang bertanggung jawab dalam mensertifikasi pustakawan adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pustakawan di Perpustakaan Nasional RI.  Lembaga ini adalah lembaga yang independen yang mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan bertindak sebagai penyelenggara sertifikasi pustakawan secara Nasional. Selain memberikan lisensi kepada LSP Pustakawan, BNSP juga melakukan surveilance atas kinerja LSP setahun sekali.

Proses sertifikasi dilakukan secara sistematis dan objektif melalui asesmen. Sistematis artinya proses sertifikasi dilakukan sesuai dengan prosedur, metode, dan sumber daya. Dan objektif artinya bahwa proses sertifikasi dilakukan dengan mengacu kepada Standard Kompetensi Kinerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Perpustakaan.

Kompetensi Pustakawan yang akan diuji oleh LSP mengandung unsur pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Di dalam pekerjaan, kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang bisa diperagakan untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan persyaratan jabatan / pekerjaan dalam melaksanakan tugas personal secara efektif sesuai dengan aturan yang berlaku. Seorang pustakawan dinyatakan kompeten bila telah memenuhi unsur-unsur di atas.

Komponen SKKNI Bidang Perpustakaan yang menjadi acuan dalam asesmen pustakawan terdiri dari tiga macam kompetensi. Kompetensi tersebut adalah kompetensi umum, kompetensi inti, dan kompetensi khusus. Kompetensi umum adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap pustakawan dan diperlukan untuk melakukan tugas di perpustakaan. Kompetensi inti adalah kompetensi fungsional yang harus dimiliki oleh setiap pustakawan dalam menjalankan tugas perpustakaan. Dan kompetensi khusus adalah kompetensi tingkat lanjut yang bersifat spesifik dan berfungsi untuk meningkatkan aktualisasi diri pustakawan.

Pihak yang melakukan asesmen terhadap pustakawan disebut asesor kompetensi. Asesor tersebut terdiri dari seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai kompetensi relevan dan memenuhi persyaratan yang diangkat oleh LSP dalam jangka waktu tertentu. Asesor bertugas meng-ases kompetensi asesi (pustakawan yang diuji) sesuai dengan ketentuan yang berlaku di LSP Pustakawan.

Proses asesmen yang dilakukan terhadap pustakawan IAIN Mataram berlangsung selama 3 hari, hari selasa 27 s.d Kamis 29 September 2016 bertempat di Lombok Raya Hotel Jl. Panca Usaha No. 11 Mataram. Tim asesor yang diketuai oleh Dra. Lily Suarny, MM. beranggotakan 4 orang, yaitu Dra. Adriati, M.Hum., Agus Rifai, M.Ag., Luthfiati Makarim, MM., dan Hendra Setiawan, S.Kom. Proses asesmen dilakukan berdasarkan klaster yang dipilih oleh pustakawan. Ada 4 macam klaster yang dipilih oleh 10 orang pustakawan sesuai dengan bidang kerjanya, yaitu klaster pengembangan koleksi (1 orang), klaster pengolahan bahan perpustakaan (3 orang), klaster layanan perpustakaan (4 orang), dan klaster pemasyarakatan perpustakaan (2 orang).

Setelah asesmen dilakukan, maka diadakan sidang pleno untuk menentukan status pustakawan sebagai kompeten atau belum kompeten. Untuk menjaga objektivitas asesor tidak boleh ikut dalam menentukan keputusan. Jika seorang pustakawan dinyatakan lulus dalam proses asesmen, maka pustakawan tersebut berhak mendapatkan Sertifikat Kompetensi Pustakawan yang merupakan pengakuan atas penguasaan kompetensi pada bidang perpustakaan tertentu. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh BNSP dan berlaku selama 3 tahun. Dari proses asesmen yang dilakukan, 80% pustakawan IAIN Mataram dinyatakan kompeten.

Untuk menjaga kompetensi pustakawan di tempat kerja, LSP melakukan surveilance setahun sekali dengan berbagai metode. Tujuan surveilance adalah untuk mengetahui dan memantau ketepatan dan kesesuaian pemegang sertifikat kompetensi dengan pelaksanaan tugas di instansi.

Manfaat sertifikasi pustakawan terhadap pengembangan karir belum secara nyata diatur oleh pemerintah. Tetapi untuk pengembangan diri pustakawan yang telah tersertifikasi dapat dikembangkan oleh pustakawan itu sendiri. Pustakawan yang bersertifikasi dapat dipilih dan diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan kompetisi yang dapat mengangkat aktualisasi diri mereka. Sertifikasi pustakawan melalui kegiatan asesmen pustakawan yang dilakukan oleh LSP akan mampu meningkatkan motivasi pustakawan dalam pengembangan karir dan potensi diri. Dan secara tidak langsung akan mengangkat citra dan nama baik lembaga.

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550   100-105  , 70-486   c2010-657   70-178   OG0-091   70-178   JN0-360   ICBB   1z0-808   300-075   200-125  , 70-346   000-017   JN0-360   350-050   1Z0-061   220-901   700-501   640-911   101-400   220-901   350-030   ITILFND   400-201   220-801   70-488   210-065   HP0-S42   350-080   102-400   70-417   70-270   3002   640-692   1Y0-201   AWS-SYSOPS   2V0-621   000-089   200-101   70-533   70-488   CAP   210-260   300-070   102-400   70-980   70-346   102-400   300-209   SY0-401